Minggu, 20 Februari 2011

TRAGEDI MESIR

TRAGEDI MESIR

Tragedi ini terjadi kerena aksi demotrasi besar-besaran rakyat Mesir  yang muak atas keadaan negara dibawah kepemimpinan presiden Husni Mubarak. Sikap otoriter Mubarak di anggap membuat keadaan di Mesir semakin kacau.
Harga sembako yang makin melonjak , pengangguran yang meningkat, tindak korupsi yang semakin meluas dan tidak adanya kebebasan untuk berbicara membuat rakyat semakin marah..
Selama 32 tahun menjabat, Mubarak diduga telah melakukan tindakan korupsi. Apalagi mengingat istri beliau sudah masuk dalam klub miliader. Kedua anaknya juga memilki property,real estate hingga kapal pesiar. Jumlah kekayaan anak petani ini mencapai 360triliyun selama menjabat sebagai presiden.
Dibawah kepemerintahan Mubarak , keadaan di Mesir cenderung stabil. Mubarak membangun hubungan baik dengan negara-negara barat dan Israel. Namun dibalik kestabilan yang dicapainya, korupsi,kemiskinan dan penindasan oleh negara itu semakin meningkat.
Awal januari 2011 para aktivis mengajak rakyat untuk turun kejalan menuntut turunnya Presiden Mubarak dari kursi kepemimpinan dan melakukan berbagai kegiatan seperti  kemiskinan, korupsi dan menggulingkan otoriter  Mubarak..
25 Januari Mesir memperingati ulang tahun kepolisian. Dan rakyat memperingatinya dengan turun kejalan dalam jumlah masa yang banyak  dan menyebutnya sebagai The Day of Anger (hari kemarahan). Protes terjadi diseluruh jantung kota Mesir.
Demontran terbagi dua. Ada yang digerakan oleh seorang tokoh Mesir, Mohammed ElBaradei mantan kepala badan nuklir di PBB dan disisi lain demonstasi  gerakan bedasarkan haluan islam, Ikhwanul Muslimin.
Bentrokan terjadi dimana-mana, polisi menembakan  gas air mata, peluru karet, dan meriam air. Korban berjatuhan hingga 150 orang tewas dan ribuan luka-lukanya.
Semua saluran komunikasi seperti jaringan internet,telepon dan sms semua diputus agar tidak ada lagi tindak provokasi yang membuat seluruh rakyat turun kejalan
6.149 WNI yang berada di Mesir di evakuasi untuk kembali ke Indonesia untuk menghindari jatuhnya korban  dari tindakan demonstrasi yang terjadi di negara itu. Pemerintah menyiapkan pesawat dari maskapai garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya Air untuk mengevakuasi WNI yang berada di Mesir. Ada beberapa mahasiswa yang mencoba bertahan di Mesir karena takut akan susah kembali ke Mesir.
Dampak dari Tragedi ini Mesir mengalami kerugian financial dari segala sector yang mencapai miliaran dolar. Kegiatan ekonomi tidak berjalan semestinya. Penjarahan toko semakin meluas dan kerusuhan dimana-mana. Museum dan tempat bersejarah lainnya ikut dirusak massa. Bahkan kepolisian menjaga ketat beberapa warisan kebudayaan seperti piramida dan sphynx.
Dampak lain dari musibah ini adalah bisa membuat ketidak nyamanan turis-turis yang ingin berwisata di negara pyramid tersebut..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar